Banda Aceh – Salah satu Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Washliyah Banda Aceh (AW-BNA), Mohammad Haikal ST MIFP, dilantik sebagai komisaris Baitul Mal Aceh (BMA) Provinsi Aceh Periode 2020-2025.

Dilansir dari serambinews.com, Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT melantik dan mengambil sumpah jabatan lima keanggotaan Badan Baitul Mal Aceh periode 2020-2025, di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Senin (9/11/2020).

Haikal adalah satu dari lima anggota Badan Baitul Mal Aceh Periode 2020-2025 yang terdiri dari ketua dan anggota. Kelima anggota tersebut adalah Prof Dr Nazaruddin A Wahid, MA sebagai ketua, Dr Abdul Rani Usman, MSi sebagai anggota, Khairina, ST sebagai anggota, Mukhlis Sya’ya ST sebagai anggota, dan Mohammad Haikal, ST, MIFP juga sebagai anggota.

Dalam sambutannya, Gubernur Nova mengatakan, keberadaan Badan Baitul Mal Aceh selama ini menunjukkan kemajuan. Sejak kehadiran Baitul Mal di Aceh, pemasukan daerah dari sektor Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) terus menunjukkan peningkatan.

Pendapatan Aceh dari Zakat, Infaq, dan Sadaqah setiap tahunnya, sebut Gubernur, mencapai lebih dari Rp 70 miliar. Namun demikian, kata Nova, jika dibandingkan dengan potensi zakat dan infaq yang dapat digali dari masyarakat Aceh, jumlah tersebut masih relatif kecil.

Sebab, sebut dia, berdasarkan penelitian tahun 2014, potensi zakat di Aceh setiap tahunnya bisa mencapai Rp 1,4 Triliun lebih.

“Sayangnya, potensi ini belum tergali karena masih banyak muzakki yang menyalurkan zakatnya tanpa melalui Baitul Mal,” paparnya.

“Oleh sebab itu, Baitul Mal Aceh perlu terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mendorong masyarakat agar mau memanfaatkan lembaga ini untuk menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sadaqahnya,” urai Nova.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan agar Baitul Mal Aceh lebih selektif dalam menyalurkan dan bantuannya kepada masyarakat.

Menurut Gubernur, bantuan harus tepat sasaran sehingga hanya orang yang berhak yang menerima bantuan tersebut dari Baitul Mal.

“Dengan demikian, Baitul Mal dapat berperan sebagai motor bagi pencapaian visi Pemerintah Aceh, yakni terwujudnya Aceh damai sejahtera dengan pemerintahan yang bersih, adil dan melayani,” tutur Nova.

Kepada para anggota Badan Baitul Mal Aceh terpilih, Nova juga menekankan, agar mereka mampu untuk meningkatkan kinerja Badan Baitul Mal Aceh.

Keberadaan anggota bersama sekretariat harus semakin solid sehingga mampu menampilkan kinerja Baitul Mal yang maksimal.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden.

Turut hadir juga, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, dan Kepala Biro Umum, Akmil Husen. Hadir juga sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). (Asbi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *