Penulis : Riki Asbi

Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa setiap orang mempelajari sesuatu dengan kemampuan yang bervariasi. Sedangkan sistem pembelajaran dalam ruang kelas hanya menggunakan satu atau dua cara. Oleh karena itu, mungkin kalian mempunyai teman yang buruk dalam berhitung, tetapi baik dalam bidang seni. Terkadang orang-orang mudah menyimpulkan dan beranggapan mereka tidak mampu, padahal tidak semua harus dikuasai oleh setiap manusia.

Manusia diciptakan Allah SWT. dengan kemampuan yang berbeda-beda. Tidak hanya watak dan kepribadian, setiap manusia juga mempunyai potensi mengolah informasi yang berbeda. ada orang yang mudah menghafal dengan hanya satu kali membaca. Ada juga yang sampai berkali-kali mengulang sebuah bacaan, namun tidak terhafal. Ada yang suka menulis, tapi ada juga yang lebih suka mengingat. Ini dikarenakan gaya belajar setiap manusia berbeda.

Sebenarnya sangatlah penting bagi diri sendiri mengenal ‘Bagaimana ya cara saya menangkap sebuah pengetahuan dan informasi’. mengenali teknik atau gaya belajar sangat penting untuk mudah dan cepat menangkap pengetahuan dan informasi.
ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi perbedaan cara belajar, yaitu individu, bakat minat, lingkungan dan suasana, atau bahkan tempat belajar. anda harus bisa merasakan bagaimana dan dimana dapat belajar dengan nyaman. Berikut penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi perbedaan cara belajar.

1. Perbedaan Individu

Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda. Bahkan cara berpikir juga bervariasi. Manusia memiliki pemikiran sendiri terhadap sesuatu. Tidak selalu sama juga tidak selalu berbeda. Kemampuan berpikir ini dapat disebut dengan kemampuan kognitif. Yaitu konstruksi proses berpikir, termasuk mengingat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan, sejak kecil menuju remaja hingga dewasa. Untuk menggunakan kemampuan kognitif, manusia menggunakan pengetahuan yang diterima sehingga dapat memberi persepsi dan pemahaman pada sesuatu. Maka sangat penting untuk anda ketahui bagaimana mengembangkan kemampuan kognitif anda. Untuk membuat anda mudah memahami sesuatu yang masuk ke telinga dan mudah diolah oleh sistem otak untuk menjadi memori. Kemampuan kognitif dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yang efektif. Seperti, melatih ingatan. Mengingat hal-hal sederhana yang ada dalam kehidupan anda. Bisa mengingat nama-nama orang dihidup anda. Nama teman SMA, teman SMP, atau nama guru pertama di sekolah anda.

2. Perbedaan Bakat Minat

Cara lain untuk meningkatkan kemampuan kognitif adalah Olahraga , membaca buku, tidur yang cukup, tidak stress berlebihan, mengonsumsi makanan yang sehat, dan memilih lingkungan yang membawa suasana positif terhadap diri sendiri. Beberapa cara diatas, yang paling penting adalah menjaga kesehatan otak. Meskipun tubuh anda terlihat segar dan bugar, tidak menjamin otak anda sedang baik-baik saja. kesehatan tubuh akan terkikis jika otak anda menanggung beban pikiran yang berat. Jika otak tidak baik-baik saja, maka anda akan sulit menyerap sesuatu yang harus diolah otak. Jangan lupa jaga kesehatan otak.

3. Perbedaan Lingkungan

Lingkungan adalah tempat seseorang hidup dengan lainnya. Sehingga lingkungan sangat mempengaruhi gaya belajar seseorang. Dapat dimulai dari paling dasar yaitu lingkungan keluarga. Bagaimana para orang tua mendidik setiap anak mereka. Cara mendidik orang tua sangat mempengaruhi gaya belajar seorang anak hingga ia dewasa. Bagaimana motivasi yang diberikan, Bagaimana suasana yang baik untuk belajar seseorang atau anak, Sangat besar pengaruhnya terhadap gaya belajar. Selain keluarga, lingkungan belajar seseorang juga berpengaruh besar. Seperti ruang belajar. Ada yang nyaman belajar dengan suasana ramai, atau malah ada yang tidak bisa fokus apabila suasana berisik. Disinilah anda dapat mengenal bagaimana gaya belajar sesuai dengan lingkungan anda sehingga lebih mudah menerima sesuatu.

4. Tempat Belajar

Tidak semua orang nyaman dengan pembelajaran di ruang kelas. Bahkan ada sebagian orang yang tidak betah untuk terus duduk dikursi. Ada yang lebih nyaman belajar sambil nongkrong di kafe. Ada yang menyukai keheningan perpustakaan. Ada yang belajar sembari menikmati keindahan alam. Dengan perbedaan ini, mungkin dapat dilakukan diluar jadwal pembelajaran. Dengan belajar sendiri atau bersama teman. seorang guru pun terkadang perlu melakukan pembelajaran diluar kelas. Jadi, dimanakah tempat belajar ternyaman anda?

Selain faktor-faktor yang mempengaruhi gaya belajar di atas, gaya belajar menurut De Porter dan Hernacki dapat dibagi menjadi tiga yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Visual belajar melalui apa yang mereka lihat. Auditorial belajar melalui apa yang mereka dengar. Kinestetik belajar melalui gerak dan sentuhan. Namun, pada akhirnya seseorang akan lebih cenderung kepada salah satu gaya belajar. Nah, bagaimana kita mengenali gaya belajar kita? Yaitu dengan memperhatikan bagaimana ketertarikan kita terhadap menerima sesuatu. Dari cara melihat, mendengar, atau sentuhan. dengan menguji atau mencoba ketiga gaya belajar tersebut, gaya mana yang kira-kira dapat membuat kita menyerap lebih banyak, Kita bisa mencobanya dengan mengamati ketika ada teman yang melakukan presentasi atau ketika kita mengikuti seminar.

So, Bagaimana gaya belajarmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *