Banda Aceh – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Washliyah Banda Aceh (AW-BNA), Dr Nurkhalis Mukhtar LC MA, mewakili Perguruan Tinggi Al-Washliyah Banda Aceh (PT AW-BNA) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terhadap Rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang Rencana Pembangunan Industri Aceh tahun 2020-2040, pada Jum’at (11/12/2020) Siang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), di Gedung Utama DPRA.

“Dalam proses majunya industri Aceh, kedepan perlu adanya regulasi atau aturan yang bagus, memihak kepada masyarakat pelaku usaha, pembinaan, dan membantu melatih para usahawahan dengan modal dan peningkatan, agar SDM Aceh lebih meningkat,” Ungkap Nurkhalis saat memberikan masukan dalam RDPU tersebut.

“Qanun tersebut juga diharapkan mampu mengakomodir, baik pelaku industri maupun pemerintah selaku pembuat undang undang, agar industri Aceh lebih maju kedepannya,” Tambahnya.

Ketua Pansus Raqan Rencana Pembangunan Industri Aceh 2020-2040, Sulaiman SE yang membuka acara RDPU dan membacakan pidato Wakil Ketua DPRA Dalimi SE mengatakan, RDPU dilaksanakan untuk menerima masukan, saran, dan usul dari kelompok masyarakat industri dan usaha. Sulaiman mengatakan, masyarakat UMKM di Aceh tidak perlu ragu dengan raqan ini. Di dalam raqan diatur pembinaan UMKM / Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan merencanakan perkembangan dan pembangunannya mulai tahun 2020 sampai tahun 2040.

Programnya, antara lain pembinaan dan pemberdayaan IKM berbasis ekonomi daerah, keunggulan komperatif, dan kompetitif. (Asbi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *